7 Kesalahan Umum Saat Memesan di Konveksi

Buat kamu yang lagi bangun bisnis fashion atau butuh produksi pakaian custom, memesan di konveksi adalah pilihan tepat. Tapi, proses ini sering banget bikin stres kalau nggak paham trik dan potensi jebakannya. Banyak orang terutama pemula yang akhirnya kena masalah mulai dari hasil produk kurang memuaskan sampai produksi molor berbulan-bulan. Nah, supaya kamu nggak salah langkah, ini 7 kesalahan umum yang sering terjadi saat pesan di konveksi, plus tips biar kamu tetap on track.

1. Tidak Membuat Perjanjian Kerja yang Jelas (PO atau Kontrak)

Hal paling krusial tapi sering disepelekan adalah nggak adanya perjanjian kerja yang tertulis. Kamu harus punya dokumen resmi seperti Purchase Order (PO) atau kontrak yang memuat detail lengkap: jumlah barang, ukuran, jenis bahan, warna, harga per item, deadline, dan ketentuan revisi atau retur.

Kalau nggak ada PO, gampang banget terjadi misunderstanding. Misalnya, kamu pesan 100 pcs tapi vendor cuma buat 80 pcs, atau beda jenis kain. Ketika ada masalah, nggak ada dasar buat negosiasi karena semua cuma lisan. Perjanjian jelas juga melindungi hak kamu dan vendor supaya kerja sama berjalan profesional.

Tips: Selalu minta draft PO dan baca semua detailnya sebelum tanda tangan. Kalau ada yang kurang jelas, diskusikan dulu sampai cocok.

2. Kurang Komunikasi Selama Proses Produksi

Setelah PO beres, jangan anggap selesai sampai barang datang. Komunikasi intens selama produksi itu penting banget buat kontrol kualitas dan progress. Vendor yang profesional biasanya akan kirim update berkala, tapi kamu juga harus aktif tanya dan cek.

Kalau komunikasi minim, kamu nggak akan tahu kalau ada masalah seperti bahan habis, produksi delay, atau ukuran yang kurang tepat sampai akhirnya barang jadi. Ini bikin waktu produksi jadi molor, atau bahkan hasilnya nggak sesuai ekspektasi.

Tips: Buat jadwal rutin untuk cek update, bisa via WhatsApp, email, atau bahkan kunjungan langsung kalau memungkinkan. Pastikan vendor juga terbuka dan responsif.

3. Memilih Konveksi Berdasarkan Harga Termurah Saja

Harga murah memang menggoda, apalagi buat startup atau bisnis kecil. Tapi jangan sampai karena kejar murah kamu rela kompromi kualitas. Banyak kasus produksi murah berujung bahan jelek, jahitan asal-asalan, dan produk cepat rusak.

Kalau kamu cuma fokus harga, efeknya bukan cuma produk kurang bagus tapi juga reputasi brand yang bisa turun. Pelanggan bakal kecewa dan kamu harus keluar biaya lebih buat revisi atau produksi ulang.

Tips: Bandingkan beberapa vendor, cek portofolio, test produk mereka dulu. Pilih konveksi dengan harga yang wajar tapi tetap jaga kualitas dan service.

4. Langsung Produksi Massal Tanpa Sample atau Prototipe

Seringkali orang langsung order dalam jumlah besar tanpa melihat sample dulu. Ini sangat riskan karena hasil produksi massal bisa beda jauh sama desain yang diharapkan. Sample atau prototipe berfungsi sebagai acuan untuk melihat detail jahitan, warna, ukuran, dan kenyamanan bahan.

Kalau langsung produksi massal tanpa sample, kemungkinan besar kamu harus revisi banyak atau bahkan bikin ulang. Ini buang waktu dan uang.

Tips: Minta sample dulu, cek semua aspek dengan teliti. Kalau perlu coba pakai dulu sebelum setuju produksi massal.

5. Memberikan Deadline yang Tidak Realistis

Keinginan agar produk cepat selesai itu wajar, apalagi kalau kamu punya target launching atau event tertentu. Tapi, deadline yang terlalu mepet bisa membuat proses produksi tergesa-gesa dan kualitas jadi korban.

Vendor yang dipaksa kerja terburu-buru biasanya hasilnya kurang rapi, finishing terburu-buru, bahkan bisa ada kesalahan potong atau jahit.

Tips: Konsultasikan timeline produksi dengan vendor sejak awal, beri waktu cadangan untuk revisi. Ingat, kualitas tetap nomor satu.

6. Mengabaikan Kualitas Bahan yang Digunakan

Sering kali pembeli fokus pada model dan harga tanpa mengecek bahan. Padahal bahan adalah salah satu faktor utama yang menentukan kenyamanan, ketahanan, dan tampilan akhir produk.

Misalnya, kamu pesan kaos dengan bahan tipis murah yang gampang melar atau luntur. Akhirnya pelanggan kecewa dan kamu harus keluar biaya lagi buat revisi atau produksi ulang.

Tips: Tanyakan detail bahan yang digunakan, minta sampel kain, dan pilih bahan sesuai kebutuhan produk dan target pasar kamu.

7. Tidak Memberi Feedback yang Jelas dan Jujur

Setelah produksi selesai, banyak yang cuma terima hasil tanpa kasih feedback. Padahal feedback yang jujur dan detail sangat penting buat vendor supaya mereka tahu apa yang harus diperbaiki ke depannya.

Kalau hubungan dengan vendor baik dan ada komunikasi terbuka, biasanya vendor juga lebih loyal dan siap membantu proyek berikutnya dengan kualitas lebih baik.

Tips: Buat catatan apa yang bagus dan kurang, sampaikan secara konstruktif. Ini investasi buat kerja sama jangka panjang.

Pentingnya Proses dan Komunikasi dalam Memesan di Konveksi

Memesan di konveksi bukan cuma soal serahkan desain dan tunggu produk jadi. Proses dari awal sampai akhir harus dikelola dengan cermat mulai dari perjanjian kerja, komunikasi, cek sample, sampai feedback. Hindari 7 kesalahan di atas supaya produksi berjalan lancar, hasil maksimal, dan bisnis kamu makin terpercaya.

Kalau kamu butuh partner konveksi yang profesional, berpengalaman, dan siap support mulai dari desain sampai produksi massal dengan bahan berkualitas, Mutikonveksi bisa jadi solusi tepat. Kami memahami kebutuhan pasar dan siap membantu kamu wujudkan brand fashion yang sukses.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *